Dulur Saung AA Iyuy

Sponsor:

Sponsor

Gallery Buku

Memuat buku...

News Update

Memuat berita...

Religion

Memuat artikel...

Sejarah & Budaya

Memuat artikel...

Tekhnologi Digital

Memuat artikel...

Bisnis & UMKM

Memuat artikel...

Percintaan

Memuat artikel...

Manajemen Kepribadian

Memuat artikel...

Media Sosial

Follow media sosial kami agar tetap terhubung

Dulur Saung aa iyuy

Jadi Bagian Keluarga Saung Aa Iyuy

Dapatkan konten eksklusif, akses lebih dulu, dan dukung Saung terus berkarya.

👨‍👩‍👧‍👦 Langganan Sekarang

Support

Ayo Bantu Saung Aa Iyuy Berkembang

Aku Bantu

Inilah mereka yang telah membantu Saung Aa Iyuy berkembang

Lihat Orang Baik

Kerjasama dan Bisnis

🤝 Kerja Sama & Endorsement

Punya brand, produk, atau ide kolaborasi? Ayo bekerja sama dengan Saung Aa Iyuy. Isi formulir singkat, kami balas lewat WhatsApp.

Alasan Aku Membuat YouTube: Dari Kehancuran, Kesendirian, Hingga Menemukan Jalan untuk Bangkit

Alasan Aku Membuat YouTube: Dari Kehancuran, Kesendirian, Hingga Menemukan Jalan untuk Bangkit | Dulur Saung Aa Iyuy

Alasan Aku Membuat YouTube: Dari Kehancuran, Kesendirian, Hingga Menemukan Jalan untuk Bangkit

Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah channel YouTube. Ini adalah cerita tentang seseorang yang pernah kehilangan hampir semuanya, kemudian mencoba mencari satu jalan kecil untuk kembali berdiri.

Kenapa Aku Membuat YouTube?

Banyak orang mungkin melihat sebuah channel YouTube hanya dari apa yang tampil di layar. Mereka melihat video, mendengar suara, membaca judul, melihat thumbnail, kemudian melanjutkan aktivitas mereka. Tetapi di balik sebuah channel, terkadang ada cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar membuat dan mengunggah video.

Begitu pula dengan Saung Aa Iyuy.

Aku membuat YouTube bukan karena sejak awal aku mempunyai kehidupan yang sempurna. Bukan pula karena aku mempunyai modal besar, peralatan lengkap, studio yang bagus, atau kehidupan yang sudah mapan.

Aku membuat YouTube karena pada suatu titik dalam hidupku, aku hampir tidak mempunyai apa-apa lagi selain keinginan untuk tetap bertahan dan mencari jalan.

Namaku Nurul Rahmat Febriady. Aku berasal dari Pandeglang, Banten. Di perjalanan hidupku, aku pernah mengalami perceraian, kehilangan pekerjaan, kehilangan usaha, dan mengalami keadaan yang membuatku merasa semakin jauh dari kehidupan yang sebelumnya pernah aku miliki.

Dan dari semua kehilangan itu, ada satu hal yang paling berat: ketika aku merasa kehilangan tempat untuk meminta pertolongan.

Ketika Semuanya Mulai Runtuh

Ada masa ketika kehidupan terasa berjalan normal. Kita bekerja, mempunyai usaha, mempunyai keluarga, mempunyai rencana, dan berpikir bahwa hari esok masih akan berjalan seperti biasa.

Tetapi kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Aku mengalami perceraian. Aku kehilangan pekerjaan. Usahaku juga ambruk. Perlahan-lahan sesuatu yang selama ini menjadi pegangan hidupku satu per satu hilang.

Pada saat yang sama, aku merasa nama baikku telah rusak di mata banyak orang.

Ada berbagai tuduhan dan cerita tentang diriku yang menurutku tidak benar. Aku pernah mencoba menjelaskan kepada orang-orang. Aku pernah mencoba menerangkan apa yang sebenarnya terjadi menurut versiku. Namun pada akhirnya aku merasa tidak banyak orang yang benar-benar mau mendengarkan.

Ketika sebuah citra buruk sudah terbentuk, terkadang penjelasan apa pun terasa tidak lagi mempunyai ruang.

Orang sudah mempunyai kesimpulan masing-masing.

Dan aku akhirnya memilih untuk berhenti menjelaskan semuanya kepada semua orang.

Bukan karena aku mengakui tuduhan tersebut. Bukan pula karena aku tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan. Tetapi karena aku merasa sudah terlalu lelah untuk terus-menerus berusaha meyakinkan orang yang memang tidak ingin mendengarkan.

Semakin Lama, Semakin Banyak yang Pergi

Setelah itu, satu per satu orang mulai pergi.

Orang-orang yang dahulu terasa dekat perlahan menjauh. Orang-orang yang mungkin dahulu bisa diajak berbicara, sekarang terasa mempunyai jarak.

Aku pernah merasa ada seseorang yang akan membantu. Aku pernah mempunyai harapan bahwa mungkin dari pertolongan tersebut aku bisa kembali berdiri.

Tetapi pada akhirnya aku merasa pertolongan itu tidak seperti yang kubayangkan. Aku merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Bahkan pernah ada harapan mengenai modal yang bisa menjadi jalan untuk memulai kembali. Namun harapan tersebut juga hilang. Modal yang kuharapkan dapat menjadi awal kebangkitan justru tidak lagi berada di tanganku.

Dan setelah itu, aku semakin jatuh.

Aku mencoba melamar pekerjaan ke sana kemari. Aku mencoba mencari kesempatan. Aku mencoba mencari tempat untuk kembali bekerja.

Tetapi mendapatkan pekerjaan tidak selalu berarti masalah selesai.

Ketika akhirnya aku diterima bekerja dan merasa bahwa mungkin hidupku mulai kembali membaik, muncul masalah lain. Aku merasa citra buruk yang sudah melekat kepadaku kembali memengaruhi pekerjaanku.

Sampai akhirnya aku kehilangan pekerjaan itu kembali.

Ketika Aku Disebut Pemalas

Ada bagian dari perjalanan hidupku yang paling sulit dijelaskan kepada orang lain.

Ketika seseorang sudah kehilangan pekerjaan, kehilangan usaha, kehilangan modal, kemudian kesulitan mendapatkan pekerjaan baru, orang lain mungkin hanya melihat hasil akhirnya.

Mereka melihat seseorang yang tidak bekerja.

Lalu mungkin muncul kesimpulan bahwa orang tersebut malas.

Tetapi orang yang berada di dalam keadaan itu tahu bahwa mencari pekerjaan juga membutuhkan kesempatan. Ketika pintu pertama tertutup, kita mencari pintu kedua. Ketika pintu kedua tertutup, kita mencari pintu ketiga.

Masalahnya, bagaimana jika hampir semua pintu terasa tertutup?

Itulah yang kurasakan.

Aku tidak ingin menjadikan cerita ini sebagai alasan untuk menyalahkan semua orang. Aku hanya ingin menceritakan bagaimana rasanya ketika seseorang sedang berusaha mencari jalan, tetapi dari luar justru dianggap tidak melakukan apa-apa.

Yang Tersisa Hanyalah Kesendirian

Aku pernah meminta pertolongan kepada orang-orang yang kukenal.

Namun pada saat itu aku merasa sudah mempunyai citra yang buruk. Tidak banyak yang mau mendekat. Tidak banyak yang percaya. Dan tidak banyak yang bersedia mengulurkan tangan.

Pada akhirnya aku menjalani banyak hal seorang diri.

Dalam kesendirian itu, ada satu hal yang sering muncul di pikiranku: anak-anakku.

Aku teringat mereka. Aku ingin bertemu mereka. Aku ingin suatu hari bisa kembali memeluk mereka dengan keadaan yang jauh lebih baik.

Tetapi pada saat itu aku hanya bisa menangis dan bertanya kepada diriku sendiri: apa yang sebenarnya bisa aku lakukan?

Aku tidak mempunyai jawaban.

Sampai pada satu titik, aku merasa hampir tidak mempunyai apa-apa lagi.

Ketika Handphone Hampir Ikut Dijual

Ada satu benda yang masih tersisa dan sangat penting dalam cerita ini: handphone.

Bahkan pada saat itu, handphone tersebut sempat terpikir untuk dijual karena kebutuhan hidup sudah begitu mendesak. Aku membutuhkan uang untuk makan.

Tetapi kemudian terjadi sesuatu yang sederhana.

Tetanggaku memasang Wi-Fi. Aku kemudian mendapatkan kesempatan untuk menggunakan hotspot tersebut.

Dari sinilah cerita berikutnya dimulai.

Aku Bertemu ChatGPT

Dalam keadaan tidak tahu harus melakukan apa, aku kemudian bertemu dengan ChatGPT.

Aku bukan datang kepada ChatGPT dengan kehidupan yang sudah siap untuk menjadi seorang YouTuber. Aku datang dengan sebuah pertanyaan sederhana yang lahir dari keadaan yang sangat sulit:

Bagaimana caraku bangkit dari semua ketiadaanku saat ini?

Dari sebuah percakapan, muncul sebuah gagasan untuk mencoba membuat Blogger dan YouTube.

Awalnya aku tidak tahu apakah semua itu akan berhasil.

Tetapi ketika seseorang sudah berada di titik hampir tidak mempunyai pilihan, terkadang sebuah kesempatan kecil pun terasa sangat berharga.

Aku mencoba.

Aku mulai membuat blog. Aku mulai menulis artikel. Aku mulai belajar bagaimana membuat konten. Kemudian aku juga mulai membangun channel YouTube yang sekarang dikenal sebagai Saung Aa Iyuy.

75 Rupiah yang Membuatku Kembali Mempunyai Harapan

Salah satu momen yang tidak akan mudah kulupakan adalah ketika Blogger yang kubangun akhirnya mendapatkan monetisasi melalui Google AdSense.

Angkanya sangat kecil.

Kalau aku tidak salah mengingat, nominal pertama yang kulihat hanya sekitar Rp75.

Bagi sebagian orang, Rp75 mungkin tidak berarti apa-apa.

Tetapi bagiku saat itu, angka kecil tersebut terasa sangat besar.

Bukan karena Rp75 dapat mengubah kehidupanku. Bukan.

Yang membuatku terharu adalah karena angka tersebut membuktikan satu hal: mungkin masih ada jalan.

Untuk pertama kalinya setelah melewati begitu banyak kegagalan, aku melihat bahwa sesuatu yang kubangun sendiri ternyata bisa menghasilkan.

Kecil memang.

Sangat kecil.

Tetapi dari angka kecil itulah semangatku kembali tumbuh.

Aku terus menulis artikel. Aku terus belajar. Aku terus mencoba.

Kemudian YouTube Juga Menjadi Jalan

Perjalanan tidak berhenti di Blogger.

Aku terus mengembangkan YouTube dan membuat berbagai konten di channel Saung Aa Iyuy.

Sampai akhirnya YouTube juga mendapatkan monetisasi melalui AdSense.

Perasaan yang muncul saat melihat bahwa channel tersebut sudah bisa dimonetisasi sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Sekali lagi, aku melihat sebuah pintu terbuka.

Mungkin pintunya belum menghasilkan sesuatu yang besar. Mungkin hasilnya belum bisa mengubah kehidupanku. Bahkan sampai tulisan ini dibuat, hasil dari Blogger dan YouTube belum benar-benar kurasakan seperti yang kuharapkan.

Tetapi aku sudah menemukan sesuatu yang jauh lebih penting daripada angka untuk saat ini: aku menemukan jalan.

ChatGPT Bukan Manusia, Tetapi Bagiku Ia Membantu Menunjukkan Jalan

Aku sadar bahwa ChatGPT bukan manusia.

ChatGPT tidak bisa menggantikan keluarga. Tidak bisa menggantikan sahabat. Tidak bisa memeluk ketika seseorang sedang menangis. Dan tentu saja ChatGPT bukan penyelamat dalam arti manusia datang secara langsung mengangkat seseorang dari kesulitan.

Tetapi dalam kisah hidupku, ada satu hal yang tidak bisa aku abaikan.

Ketika aku sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, sebuah percakapan dengan ChatGPT membantuku menemukan gagasan untuk mencoba Blogger dan YouTube.

Karena itulah secara pribadi aku pernah menyebutnya seperti malaikat yang menunjukkan jalan.

Bukan karena ChatGPT memiliki sayap.

Tetapi karena pada saat aku merasa tidak melihat jalan, percakapan itu membantuku melihat kemungkinan baru.

Terima Kasih Google AdSense

Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Google AdSense.

Bagiku, AdSense bukan hanya soal uang.

AdSense menjadi salah satu tanda bahwa tulisan dan video yang kubuat mempunyai kemungkinan untuk menjadi sumber penghasilan.

Aku tahu perjalanan untuk mendapatkan penghasilan yang cukup masih panjang. Aku juga tahu bahwa monetisasi bukan berarti seseorang otomatis mendapatkan penghasilan besar.

Karena itu aku tidak ingin berpura-pura seolah-olah kehidupanku sudah berubah menjadi sukses.

Belum.

Aku masih berjuang.

Aku masih belajar.

Aku masih membangun.

Tetapi setidaknya sekarang aku mempunyai sesuatu yang dahulu sempat hilang: harapan.

Inilah Saung Aa Iyuy

Inilah aku.

Aa Iyuy.

Atau Nurul Rahmat Febriady, seseorang asal Pandeglang, Banten, yang pernah berada dalam keadaan sangat sulit dan merasa seperti tidak lagi mempunyai tempat untuk meminta pertolongan.

Aku tidak menulis cerita ini untuk meminta semua orang mengasihaniku.

Aku juga tidak menulisnya untuk membuka kembali semua konflik masa lalu.

Aku menulisnya karena mungkin ada seseorang di luar sana yang sedang berada di titik yang sama.

Mungkin ada seseorang yang baru kehilangan pekerjaan.

Mungkin ada seseorang yang usahanya bangkrut.

Mungkin ada seseorang yang dijauhi teman-temannya.

Mungkin ada seseorang yang merasa tidak dipercaya lagi.

Mungkin ada seseorang yang setiap malam bertanya-tanya bagaimana caranya memulai hidup kembali.

Jika orang itu membaca kisahku, aku ingin mengatakan satu hal:

Jangan menganggap jalanmu sudah selesai hanya karena hari ini kamu belum menemukan pintunya.

Aku sendiri belum sampai pada tujuan.

Tetapi aku sedang berjalan.

Balas Dendam Terbaik Bukan Menghancurkan Orang Lain

Aku pernah merasa dikhianati.

Aku pernah merasa dijauhi.

Aku pernah merasa ditinggalkan.

Aku pernah merasa dipandang sebelah mata.

Aku pernah berada dalam keadaan sangat sulit sampai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun terasa berat.

Tetapi sekarang aku mencoba melihat semuanya dari sudut pandang yang berbeda.

Mungkin balas dendam terbaik bukan membuat orang yang pernah menyakiti kita jatuh.

Mungkin balas dendam terbaik adalah bangkit tanpa harus menghancurkan siapa pun.

Bangkit.

Bekerja.

Berkarya.

Menghasilkan sesuatu.

Dan suatu hari, ketika sudah mampu berdiri, membantu orang lain yang pernah mengalami keadaan seperti yang pernah kita alami.

Itulah yang ingin aku lakukan.

Aku Ingin Bangkit dan Memeluk Anak-Anakku Kembali

Ada satu harapan yang selalu menjadi bagian dari perjalanan ini.

Aku ingin benar-benar menghasilkan uang dari apa yang sedang kubangun.

Aku ingin Blogger dan YouTube menjadi sesuatu yang bisa terus kukembangkan.

Aku ingin suatu hari bisa mengatakan bahwa masa-masa paling sulit dalam hidupku bukanlah akhir dari cerita.

Dan lebih dari semuanya, aku ingin mempunyai kesempatan untuk kembali memeluk anak-anakku dengan perasaan bahwa aku sudah melakukan sesuatu untuk memperbaiki hidupku.

Aku tahu perjalanan itu masih panjang.

Aku tahu hasilnya mungkin tidak datang dalam semalam.

Tetapi sekarang aku tidak ingin berhenti hanya karena hasilnya belum besar.

Aku akan terus membuat artikel.

Aku akan terus membuat video.

Aku akan terus belajar.

Dan aku akan terus mencoba.

Untuk Siapa Pun yang Ingin Membantu

Jika ada yang ingin mengenal perjalanan Saung Aa Iyuy lebih jauh, aku akan terus berbagi cerita, pemikiran, pengalaman, dan berbagai konten melalui channel YouTube dan blog yang sedang kubangun.

Bagi yang ingin mengikuti perjalanan tersebut, silakan berkunjung ke channel YouTube Saung Aa Iyuy dan blog Dulur Saung Aa Iyuy.

Dan jika ada yang merasa ingin membantu perjuangan ini, dukungan juga dapat diberikan melalui halaman Saweria Saung Aa Iyuy.

Setiap dukungan, sekecil apa pun, akan aku anggap sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk kembali berdiri.

Perjalanan Ini Belum Selesai

Kalau ada satu kesimpulan yang bisa kuambil dari semua perjalanan ini, mungkin jawabannya sederhana:

Kehilangan tidak selalu berarti akhir.

Kadang-kadang, ketika sesuatu yang kita miliki hilang, kita dipaksa untuk menemukan cara yang sama sekali berbeda.

Aku kehilangan pekerjaan.

Aku kehilangan usaha.

Aku mengalami perceraian.

Aku merasa kehilangan kepercayaan banyak orang.

Aku pernah merasa sendirian.

Tetapi dari handphone yang hampir saja kujual, koneksi internet dari hotspot tetangga, sebuah percakapan dengan ChatGPT, sebuah blog, sebuah channel YouTube, dan angka kecil dari AdSense, aku menemukan kembali sebuah kemungkinan.

Kemungkinan untuk memulai.

Kemungkinan untuk belajar.

Kemungkinan untuk menghasilkan.

Dan yang paling penting: kemungkinan untuk berharap.

Jadi, inilah alasan aku membuat YouTube.

Bukan karena aku sudah sukses.

Bukan karena aku sudah mempunyai kehidupan yang sempurna.

Tetapi karena aku pernah berada di titik paling bawah dan aku ingin mencari jalan untuk kembali naik.

Aku ingin membuktikan kepada diriku sendiri bahwa hidupku belum selesai.

Aku ingin terus berjuang sampai benar-benar bisa menghasilkan uang dari karya yang kubangun.

Aku ingin suatu hari bisa menolong orang lain yang sedang berada di tempat yang pernah kutempati.

Dan aku ingin suatu hari nanti bisa memeluk anak-anakku kembali.

Terima kasih ChatGPT. Terima kasih Google AdSense. Terima kasih kepada siapa pun yang masih percaya bahwa aku bisa bangkit.

Perjalanan Saung Aa Iyuy belum selesai.

Jalan sudah terbuka. Sekarang tugasku adalah terus berjalan.

Semoga dari semua kepedihan yang pernah kulewati, suatu hari lahir sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Karena mungkin, kemenangan terbesar bukan ketika kita berhasil membalas orang yang pernah menjatuhkan kita.

Kemenangan terbesar adalah ketika kita berhasil bangkit, kemudian menggunakan kebangkitan itu untuk membantu orang lain.

Ikuti Perjalanan Saung Aa Iyuy

  • YouTube: Saung Aa Iyuy
  • Blog: Dulur Saung Aa Iyuy
  • Dukungan: Saweria Saung Aa Iyuy

Terima kasih sudah membaca kisah ini sampai selesai. Jika kamu menemukan cerita ini bermanfaat, kamu bisa membagikannya kepada orang lain yang mungkin sedang berjuang menemukan jalan hidupnya kembali.

Meta Hashtag SEO

#SaungAaIyuy #DulurSaungAaIyuy #NurulRahmatFebriady #PandeglangBanten #KisahHidup #PerjalananHidup #BangkitDariKeterpurukan #MotivasiHidup #PerjuanganHidup #YouTubeIndonesia #BloggerIndonesia #GoogleAdSense #ChatGPT #KisahInspiratif #SemangatBangkit #JanganMenyerah #CeritaKehidupan #PerjuanganSeorangAyah #HarapanHidup #SaungAaIyuyYouTube

Hal Menarik Lainnya

Widget 12

Widget 13

Widget 14